| FIKES UMM dan EMS 119 mengadakan Pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Wednesday, 10 March 2010 06:13 |
|
Secara kualitas penanganan pasien gawat darurat masih kurang, disamping karena SDM yang terbatas juga disebabkan karena adanya kecenderungan angka kecelakaan (kerja, lalulintas, gigitan binatang) dan kejadian bencana alam yang tinggi. Demikian dikatakan oleh Sigit Priyanto, S.Kep.Ns ketua panitia kegiatan di sela-sela Pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat (Emergency Medical Trainning) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (Fikes UMM) bekerjasama dengan Diklat Emergency Medical Services (EMS) 119 Jakarta. “Secara geografis wilayah Jawa Tengah merupakan wilayah potensi rawan bencana, sehingga kegiatan ini perlu untuk dilakukan. Dinamikanya perlu direspon secara cepat dan tepat terutama terkait kegawatdaruratan”, lanjutnya. “Akhir-akhir ini menunjukan bahwa penyakit cardiovascular dan cedera pada kecelakaan kerja dan lalu lintas merupakan penyebab kematian yang cenderung terus meningkat (5,6% pertahun). Kematian penderita gawat darurat perlu penanganan cepat dan tepat, akan terjadi dalam waktu singkat (4-6 menit). Ketidaktahuan dan ketidaktepatan dalam memberikan pertolongan justru akan dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan”, jelas Sigit Priyanto. Berdasarkan itu, dimana masalah kesehatan (kegawatdaruratan) akan semakin menonjol bahkan akan menjadi salah satu masalah kesehatan yang bermakna, maka hal ini menuntut kemampuan yang professional baik diinstitusi pelayanan kesehatan (klinik perusahaan, rumah sakit, dst) maupun institusi pendidikan kesehatan. “Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta tersebut, diselenggarakan selama empat hari (4 – 7 Maret) dengan materi: teori, skill praktikum, skill station praktikum dan evaluasi “. “Sebagai tindak lanjut saat ini Fikes UMM bersama PPNI Kabupaten Magelang membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana yang bisa diperlukan oleh stakeholders”, tuturnya. www.ummgl.ac.id |
| Last Updated ( Wednesday, 24 March 2010 05:36 ) |