Jari Mulia UMY Launching Pusat Informasi Konseling Mahasiswa PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 10 March 2010 05:08
Lima puluh dua persen (52%) dari sekitar 19.000 pengidap Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/ AIDS) adalah remaja.  Hal ini didukung dengan pola perilaku seks bebas di tingkat remaja yang juga cenderung meningkat. Padahal seks bebas merupakan salah satu faktor yang menularkan HIV/AIDS. Sehingga diperlukan suatu upaya untuk memotong rantai penyebaran HIV/AIDS melalui pembentukan tempat dimana mahasiswa dapat bertukar informasi mengenai kesehatan reproduksi maupun informasi mengenai HIV/AIDS.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA dalam sambutannya pada Launching Pusat Informasi Konseling-Mahasiswa (PIK-M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kampus Terpadu UMY Sabtu (6/3). Acara ini diselenggarakan oleh Jaringan Muda Peduli HIV/AIDS (Jari Mulia UMY) bekerja sama dengan BKKBN.

Sugiri menilai peningkatan pola perilaku seks bebas ini mengkhawatirkan karena dapat mendorong dampak lainnya. ”Adanya seks bebas dapat menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan cenderung mengakibatkan perilaku aborsi. Perilaku aborsi yang tidak aman dapat meningkatkan angka kematian ibu melahirkan,”urainya.

Melihat faktor-faktor inilah yang menyebabkan BKKBN bekerja sama dengan Jari Mulia untuk mendirikan PIK-M. Melalui PIK-M ini dapat dijadikan sarana untuk berdiskusi bagi mahasiswa mengenai kesehatan reproduksi maupun HIV/AIDS. ”PIK-M ini dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. Mahasiswa dapat saling memberi informasi satu sama lain sehingga terhindar dari tiga persoalan. Persoalan narkoba, kemungkinan terjadinya seks bebas dan HIV/AIDS,” jelasnya.

Nantinya PIK-M akan mengadakan pelatihan reproduksi kemudian memberikan pemahaman kepada mahasiswa. ”Harapannya mahasiswa dapat lebih memahami tentang kesehatan reproduksi agar tidak terjebak tiga persoalan tadi.” pungkasnya.

Dalam launching PIK-M tersebut juga diadakan penandatangan kerjasama antara UMY dengan BKKBN Provinsi DIY dan Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKPPKB) Kabupaten Bantul.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kemitraan dalam rangka pengembangan akses dan kualitas program PIK-M bagi mahasiswa UMY. Ruang lingkup kerjasama meliputi pengembangan PIK-M, kegiatan akademik dan penelitian kependudukan, kesehatan reproduksi dan KB, pengembangan jaringan pelayanan kesehatan reproduksi remaja dan mahasiswa, seminar dan lokakarya serta sosialisasi program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR).

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY, Husni Amriyanto, M.SI menguraikan adanya PIK-M ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat. ”PIK-M dan Jari Mulia ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan nantinya tidak hanya di lingkungan fakultas tetapi juga universitas,”tambahnya.

www.umy.ac.id

Last Updated ( Monday, 22 March 2010 09:33 )