Menpera: Elit, Mahasiswa Penghuni Rusunawa UMM
Kunjungan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa, ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (26/2), memperoleh sambutan hangat mahasiswa.  Secara kebetulan, kunjungan tidak resmi itu bertepatan dengan pelaksanaan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) angkatan ke-22 yang diikuti 250 mahasiswa semester awal. “Saya sangat terkesan dengan sambutan yang hangat ini,” kata Menpera yang didampingi rektor Muhadjir Effendy dan Ketua Badan Pelaksana  Harian (BPH) Prof. HA. Malik Fadjar di lokasi pelatihan P2KK, Rusunawa I UMM.

              Suharso merupakan murid mengaji Malik Fadjar ketika tinggal di Malang tahun 70an. Kesan mendalam Suharso kepada Malik diceritakannya di hadapan mahasiswa. Malik, menurutnya, adalah guru ideologis higga guru ngaji. "Beruntunglah UMM memiliki tokoh sebesar pak Malik yang tak hanya dikenal sebagai menteri paling sukses, tetapi juga sukses melahirkan menteri. Ya Menteri Perumahan Rakyat ini,'" kata Menpera.  
            Kesan lain menteri diungkapkan ketika mengetahui bahwa pengelolaan Rusunawa UMM ternyata memiliki keunggulan tersendiri. Seperti dikemukakan rektor, Rusunawa UMM tak hanya untuk hunian tetap bagi mahasiswa luar Jawa dan luar kota yang menyewa, tetapi juga untuk platihan kepribadian dan kepemimpinan. “Ini sangat bagus sehingga semua mahasiswa akan merasa terbiasa tingga di rumah fertikal,” kesan Menpera.

            Di hadapan mahasiswa, Menpera memuji pilihan mahasiswa untuk menyewa Rusunawa. Sebab, di antara 22.000 mahasiswa UMM, ini merupakan kesempatan langka karena hanya tak lebih dari 500 orang saja yang bisa ditampung di sini. “Mahasiswa penghuni Rusunawa adalah mahasiswa elit, karena manusia pilihan di antara puluhan ribu mahasiswa lainnya,” lanjut Menpera. Itulah sebabnya, dia berpesan agar Rusunawa bantuan pemerintah itu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk sarana belajar.

            Ketika meninjau blok demi blok di Rusunawa I, Menpera mengamati beberapa ruangan dan sarana hotspot. “Ini bagus untuk belajar bersama. Ke depan perlu dibuatkan perpustakaan yang melayani 24 jam bagi penghuninya,” kata Menpera.

            Usai berdialog dengan mahasiswa menteri menuju proyek pembangunan Rusunawa II yang terletak tak jauh dari lokasi pertama. Meski baru menyelesaikan sekitar 40% tahapan pembangunan, bangunan rumah vertikal itu sudah tampak megah. UMM sendiri yang meminta desain Rusunawa II ini berbeda dengan Rusunawa lainnya. Konsekuensinya, UMM menyuntikkan dana untuk pendampingan. (nas)

 

www.umm.ac.id