"Focus" UMM Didorong Hasilkan Foto Bernilai Ekonomi Tinggi
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Focus menggelar pameran karya foto peserta diklat dasar. Belasan karya foto dipajang di koridor taman baca yang dikenal sebagai lantai tiga setengah, GKB I UMM. Pameran berlangsung hari ini hingga lusa, Sabtu (6/3).

Pembina Focus, Nasrullah, ketika membuka pameran berpesan agar anggota baru Fokus tidak hanya belajar fotografi, melainkan juga belajar berorganisasi. Sebab, dengan berorganisasi, mahasiswa akan memiliki pengalaman kepemimpinan dan softskill lain seperti membangun jaringan, lobying dan public speaking yang sangat bermanfaat untuk masa depan mahasiswa nantinya. Selain itu, fotografi juga bisa dimanfaatkan untuk membangun mentalitas enterpreneurship. Yakni, dengan cara berkarya foto sebaik mungkin sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

”Bedanya tukang foto dengan fotografer profesional terletak pada nilai seni, nilai jurnalistik yang berdampak pada nilai ekonomi sebuah foto. Jika tukang foto amatiran dibayar Rp 5.000 sampai 10.000 sekali jepret, maka satu frame foto jepretan fotografer profesional bisa berharga puluhan hingga ratusan juta,” kata Nasrullah yang juga dosen Komunikasi UMM ini.

Lebih lanjut, Nasrullah, tidak membantah minimnya nilai seni dan jurnalistik karya mahasiswa yang dipamerkan. Namun sebagai karya awal, perlu mendapatkan apresiasi. ”Ke depan, cobalah lebih diarahkan pada obyek-obyek human interest dan sosial. Perlu juga dilatih foto salon dan foto produk yang sangat bernilai ekonomi,” lanjutnya.

Sementara itu, ketua Focus, Prima, mengaku sangat bangga dengan kerja keras anggota baru dan panitia. Tahun ini adalah ulang tahun ke-17 bagi Focus, sehingga tema yang diambil pada pameran ini adalah ”First Action at Seventeen”. ”Walau ini adalah karya pertama, saya berharap jangan menjadi yang terakhir. Mari terus berkarya,” ujar Prima. (rka)

 www.umm.ac.id