Kebutuhan Ners Berbahasa Inggris Tinggi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 19 April 2009 01:12

Bagi sebagian orang, profesi sebagai Ners masih dinilai sebagai karir yang menjanjikan (promising career) jika dilihat tingginya kebutuhan tenaga profesional ini saat ini, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Profesi ini pun sebenarnya menjadi peluang bagus di Indonesia mengingat banyaknya jumlah Ners di negeri ini. Namun peluang ini tampaknya masih menemui kendala karena masih kurangnya keterampilan yang dimiliki Ners Indonesia, terutama dalam hal penguasaan bahasa asing.


Demikian disampaikan Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY), Uswatun Khasanah, MNS, saat ditemui redaksi di ruang kerjanya dalam dialog “Dinamika Ners di Era Global” di Kampus Terpadu UMY.

Menurutnya, tak bisa dipungkiri era global telah berkembang semakin pesat saat ini. Era global yang sebelumnya hanya membuat jarak menjadi tak berbatas (borderless), saat ini telah berkembang pada tuntutan dan kebutuhan tenaga professional asing, tak terkecuali tenaga Ners. Tak heran apabila Ners pun banyak diminati masyarakat sehingga menjadi promising career saat ini. Sebagai informasi, saat ini ada sekitar 10 STIKES di DIY untuk program S-1, jumlah tersebut belum termasuk program D-3 Keperawatan.

“Sebenarnya beberapa negara di luar negeri seperti Kanada, Australia, Timur Tengah, Jepang, dan Belanda menginginkan dikirimnya tenaga Ners Indonesia ke negara mereka tersebut, namun kurangnya kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris lah yang menjadi kendala. Oleh karenanya, Ners Indonesia masih tertinggal dalam pengiriman ke luar negeri dibanding dengan Ners yang berasal dari Filipina karena Ners Filipina ini dinilai lebih mampu dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Padahal jika dilihat dari segi keterampilan perawat, Ners Indonesia tidak kalah berkualitas dengan Ners Filipina,” ujar Uswatun.

Lebih lanjut Uswatun menambahkan, negara asing tertarik dengan Ners Indonesia karena mereka terkenal akan keramahan, kesabaran, dan ketelatenannya dalam merawat pasien.

Untuk itu, Uswatun mengungkapkan sudah saatnya pemerintah negeri ini melakukan proses perbaikan kualitas Ners Indonesia, yang salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan. Perbaikan tersebut diwujudkan sebagai contoh dengan membuka program double degree bagi mahasiswa Keperawatan, dimana para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan D-1 Bahasa Inggris selain S-1 Keperawatan sehingga penguasaan bahasa Inggris dapat diasah. “Selain itu, cara dapat dilakukan dengan menyelenggarakan Tutorial, English Club, dan English Hours bagi mahasiswa sehingga mereka pun familiar dengan vocabulary dan kata istilah bahasa Inggris ilmu Keperawatan yang tentunya berbeda dengan bahasa sehari-hari,” tambah Uswatun.

Selain itu, Uswatun mengingatkan Ners Indonesia untuk tidak menganggap adanya persaingan apabila ada Ners dari negara asing yang masuk ke Indonesia. “Berpikirlah positif dengan membuka pikiran bahwa Ners asing tersebut dapat mengajarkan dan mencontohkan hal-hal baru yang berguna bagi peningkatan kualitas Ners Indonesia,” tandasnya. Dengan proses perbaikan dalam pendidikan ilmu Keperawatan tersebut, diharapkan Indonesia akan semakin mampu menangkap peluang dan menjawab tantangan dalam era global saat ini.

www.umy.ac.id

Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 03:47 )