UM Malang Hadirkan Dubes Amerika Serikat
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu (26/7) ini kembali mengukuhkan para lulusannya dalam Wisuda ke-49, periode II tahun 2008 di UMM Dome

Pada periode kali ini jumlah seluruh lulusan sebanyak 817 mahasiswa, yang terdiri dari 445 lulusan laki-laki dan 372 lulusan perempuan. Dari jumlah tersebut ada 4 (empat) wisudawan/wisudawati yang mengikuti Twinning Program pada Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam Program Studi Syari'ah, sehingga 4 (empat) wisudawan/wisudawati tersebut dapat menyandang dua gelar sekaligus (SHI dan SH.). Di samping itu pada tanggal 10 Juli 2008 lalu, Program Studi Profesi Dokter Fakultas kedokteran UMM telah mengukuhkan dan mengambil sumpah 12 mahasiswa Sarjana Kedokteran (S.Ked) sebagai dokter (dr.).

Secara rinci, jumlah wisudawan masing-masing fakultas adalah sebagai berikut. FAI 11 lulusan, FISIP 122 lulusan, FKIP 95 lulusan, Fak. Hukum 72 lulusan, Fak.Teknik 120 lulusan, Fak. Ekonomi 208 lulusan, Fak. Pertanian 36 lulusan, Fak. Psikologi 62 lulusan, Fapetrik 15 lulusan, D-3 Keperawatan 5 lulusan, Fak. Kedokteran 21 lulusan, dan Program Pasca Sarjana 50 lulusan.

Meskipun pada periode kali ini jumlah wisudawan/wisudawati berkurang, tetapi jumlah mahasiswa yang dapat lulus tepat delapan semester semakin meningkat, sehingga hal-hal seperti ini diharapkan dapat memacu mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk segera menyelesaikan studi mereka. Beberapa tahun terkhir ini UMM mempunyai program untuk menanamkan skill, enterpreunership dan pengalaman kerja kepada mahasiswanya. Hal ini dimaksudkan agar setelah lulus nanti dapat langsung bekerja di bidang yang digelutinya.

Menurut Rektor Dr Muhadjir Effendy, MAP, wisuda merupakan bentuk pertanggung jawaban publik UMM sebagai penyelenggara pendidikan tinggi. Melalui upacara wisuda, UMM secara resmi mengembalikan para lulusannya kepada masyarakat untuk mengabdi dan bekerja sebaik-baiknya. "Mereka sudah memperoleh pendidikan dan pengalaman yang sangat berharga di UMM. Saya optimis para lulusan memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebab telah melalui proses yang sangat baik di sini," kata rektor.

Rektor juga menjelaskan mulai tahun akademik depan, UMM akan menyelenggakan wisuda sebanyak empat kali dalam setahun. Dengan demikian, setiap tiga bulan UMM akan mempunyai gawe wisuda. "Supaya mahasiswa yang sudah lulus dan diyudisium segera bisa memperoleh ijasah, memperoleh kerja atau studi lanjut tanpa harus menunggu lama-lama diwisuda," terang rektor.

Untuk mengurangi kesan monoton akibat seringnya acara wisuda digelar, UMM selalu membangun tradisi dengan mendatangkan tokoh atau pakar untuk berbicara di depan wisudawan dan undangan. Tradisi tersebut sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Tercatat, mantan Presiden Megawati Sukarno Putri, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Ketua DPR RI Agung Laksono, Ketua PAN Sutrisno Bachir dan Dubes Iran pernah tampil di wisuda UMM. Periode ini rencananya UMM menghadirkan Dubes AS Cameron R Hume.

Wisudawan Terbaik

UMM memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Peraih predikat terbaik pada periode wisuda kali ini adalah Arif Irfan Fauzi dari FKIP Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Arif lulus dengan waktu studi 4 tahun atau delapan semester. IPK Arif tergolong istimewa, karena mencapai angka nyaris sempurna, yakni 3,94. Arif menyelesaikan penelitian akhirnya dengan judul "Studi Komparasi bentuk dan isi pada cerpen koran dan cerpen cyber periode 2000-2007".

Arif lahir di Blitar, 24 Agustus 1985 dari ayah-ibu PNS M. Sarengat dan Nuriyah. Meski belum diwisuda, pecinta karya sastra ini sudah diminta mengajar di sekolah favorit SD Muhammadiyah 9 Malang. "Sejak awal memang saya ingin jadi guru. Tapi saya juga ingin jadi penulis," ujar pemilik tujuh karya sastra ini. Arif pernah tercatat sebagai finalis Pimnas tahun 2007 di Lampung. Aktivis diskusi ilmiah ini berencana melanjutkan studi di S2 sambil tetap mengajar dan menulis.

www.umm.ac.id